Search


PENGEMBANGAN RESOR HERBA

( HERBAL RESORT )

di Kec. Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.


Sebuah Resor yang terdiri puluhan Villa diatas kebun-kebun tanaman obat . Pemandangan kebun teh dan pohon-pohon pinus dengan latar belakang pengunungan Sanggabuana yang indah serta udara pegunungan yang sejuk memberikan ketenteraman dan kenyamanan hati yang mendorong timbulnya inspirasi dan semangat mengembangkan tanaman obat sebagai obat alamiah. Ditengahnya resor ini secara bersama-sama dikembangkan fasilitas Pusat Pengembangan Tanaman Obat Indonesia.

Sehubungan dengan rencana pengembangan wilayah Sukabumi dari sisi infrastruktur yaitu adanya rencana jalan tol Parung – Cisaat - Pelabuhan Ratu dan Bandara di Sukabumi maka aksesibilitas dan kemajuan wilayah ini akan berkembang pesat dan menjadi salah satu pusat pengembangan produksi di Indonesia. Hal ini merupakan kesempatan untuk kita memanfaatkannya juga bagi pengembangan herbal.Jika kita mampu bekerjasama mengembangkannya maka dapat menjadi pusat pengembangan herbal Indonesia di masa depan.


Tujuan

Membangun kebun-kebun tanaman obat sekaligus tempat tinggal rekreatif (villa-villa) yang dikembangkan bersama menjadi Pusat Pengembangan Tanaman Obat Indonesia. Dalam Pusat Pengembangan Tanaman Obat ini dapat secara bersama-sama dilakukan kegiatan – kegiatan kerjasama dalam pengembangan tanaman obat dan obat herbal antara lain berupa :
  1. Kerjasama mengembangkan koleksi tanaman obat, setiap anggota di kebunnya dibebani tanggung jawab menanam tanaman obat tertentu, sehingga di resort ini dipelihara sekurangnya 1.000 jenis tanaman obat,
  2. Kerjasama pemasaran bibit tanaman obat dan simplisia tertentu
  3. Kerjasama pemasaran hasil produk obat herbal
  4. Kerjasama menyelenggarakan Pekan Raya Herbal Nasional yang terdiri pameran-pameran, seminar – seminar, demo-demo, dan rekreasi alam bersama selama sepekan. Pekan Raya ini dihadiri para herbalis dan produsen herbal seluruh Indonesia dan tamu / pengunjung dari pusat dan daerah, dimana para peserta menginap di vila-vila milik anggota.
  5. Kerjasama mengembangkan Rumah Sakit Herbal dan Panti Jompo Herbal
  6. Kerjasama mengembangkan Pusat Pendidikan dan Penelitian Herbal Indonesia.

Visi

Indonesia memiliki Pusat Pengembangan Herbal di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi yang didukung oleh Para Herbalis yang tinggal bersama dalam sebuah Resor Herbal dan bekerjasama melaksanakan kegiatan pengembangan herbal.

Lokasi

Pegunungan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun – Salak, dengan pemandangan indah ke arah kebun teh, hutan pinus, perladangan dan sawah lembah, dengan latar belakang pegunungan Sanggabuana. Udara sejuk pada ketinggian sekitar 730 m d.p.l.

Terletak di kota kecamatan Kabandungan sekitar 300 m dibelakang Kantor Camat, 300 m dari Minimarket kecil dan 600 m dari Indomart serta pasar Kecamatan Kabandungan.
Lokasi berbukit memungkinkan setiap villa memperoleh pemandangan indah tanpa terhalang bangunan sebelahnya. Selain itu setiap villa dapat memperoleh udara segar dan cahaya matahari penuh tanpa terhalang.



Kecamatan Kabandungan (kantor Camat) dapat ditempuh melalui jalan aspal dari Parungkuda dengan jarak sekitar 28 km lewat Kelapanunggal. Jarak 28 km ini biasa ditempuh dalam 50 – 60 menit karena jalan berliku-liku dan beberapa tempat berlubang. Semua kendaraan bisa mencapai lokasi ini dengan baik, tetapi sedan ‘ceper’ perlu hati-hati terhadap lubang-lubang.
Parungkuda terletak di Jalan Raya Ciawi – Sukabumi. Jalan Raya Ciawi – Sukabumi ini dikenal macet karena banyaknya pabrik-pabrik, pasar tumpah, angkot ‘ngetem’ dan truk-truk pasir. Jarak Parungkuda – Ciawi hanya sekitar 26 km tetapi karena macet bisa ditempuh dalam 2 jam.

Kemacetan pada hari kerja terutama di pasar-pasar, dapat dikurangi dengan menghindari pasar Cicurug dengan mengambil jalan alternatif, sesudah Taman Angsa belok kiri dan keluar sudah dekat Parungkuda sesudah rel, atau sebaliknya.

Kemacetan pada hari Sabtu / Minggu / Libur di sekitar Ciawi yang terjadi karena wisata, mengingat Ciawi sudah menjadi kawasan wisata yang menyatu dengan Puncak, dapat dihindari dengan mengambil jalan alternatif dari dan ke Bogor lewat Cipaku. Dengan cara seperti itu biasanya Ciawi - Parungkuda dapat dicapai dalam kurang dari 2 jam.

Jalan tol Jagorawi dari Cawang ke Ciawi sepanjang 44 km biasanya lancar. Biasanya dapat ditempuh dalam kurang dari 1 jam. Jadi dari Jakarta ke lokasi umumnya dapat ditempuh dalam kurang dari 3,5 - 4 jam.


Adanya rencana pembuatan jalan tol ke Sukabumi dari Jakarta dan lewat sekitar Kabandungan (belum resmi dipublikasikan) memberi harapan bahwa daerah ini akan terbuka dan mudah dijangkau karena total jarak saat ini kurang dari 100 km dan diperkirakan kalau dibuat jalan tol maka jaraknya akan kurang dari 70 km.



RENCANA PENGEMBANGAN


TAHAP – TAHAP PENGEMBANGAN

Pengembangan proyek besar ini dilakukan secara bertahap dengan mendasarkan kepada kemampuan anggota yang berpartisipasi. Tahap-tahap itu terdiri dari :

Tahap 1 : Pembangunan Kavling Siap Bangun.

Pembangunan kavling siap bangun seluas 2.000 m persegi, yang memiliki fasilitas :
  • Jalan semen ke setiap kavling selebar 2,2 m (satu arah) dengan titik-titik papasan.
  • Listrik yang berpusat ditengah lokasi dan siap disambung ke setiap kavling
  • Air minum terkonsentrasi yang dialirkan ke setiap kavling.
  • Sertifikat tanah
  • Keterangan bisa dibuat bangunan dengan IMB ( Formulir Pengajuan IMB)
Kavling disiapkan oleh PPTO Karyasari pada lahan bersertifikat milik alumni Karyasari Bapak Dr Ir Junus Kartasoebrata ( Telp 0251-8663771, hp 087770042157), yang berupa kebun murbei untuk produksi kokon sutera yang masih sedang berjalan. Lahan sangat subur dan biasa digunakan untuk produksi sayuran seperti kubis, tomat dan lain-lain. Alumni yang akan berpartisipasi dapat membelinya.

Tahap 2 : Pembangunan villa

Pembangunan vila dilakukan oleh masing masing peserta sesuai dengan selera dan jumlah dana yang dialokasikan. Bangunan bisa dibuat permanen atau semi permanen. PPTO Karyasari dapat menghubungkan dengan pengembang / kontraktor yang dapat melaksanakannya. Pembangunan diharapkan dilakukan selambat-lambatnya setahun setelah pembelian lahan.

Tahap 3 :

Pembangunan Pusat Kegiatan Pengembangan Tanaman Obat Indonesia. Dilakukan oleh PPTO Karyasari jika 40 % vila dari peserta sudah selesai dibangun.

Tahap 4 :

Pelaksanaan Kegiatan Bersama. Kegiatan pengembangan herbal dirancang dan dilaksanakan sebagai kegiatan bersama yang dilakukan oleh para anggota yang sudah membangun vila dan menanami kebun dengan tanaman obat. PPTO Karyasari bertindak sebagai motivator dan sekaligus sebagai salah satu anggota.


PEMBELIAN KAVLING


Kavling Kebun dan Villa dikembangkan oleh PPTO Karyasari


Pembelian Kavling :
Harga Rp 40.000,- per meter persegi, untuk alumni diskon 20 % menjadi Rp 32.000,-per meter persegi.
Luas per kavling sekitar 2.000 m persegi.
Sehingga total harga untuk kavling 2000 m2 sebesar Rp 64.000.000,-
sudah mencakup fasilitas di halaman 4 yaitu:
  • Jalan semen ke setiap kavling selebar 2,2 m (satu arah) dengan titik-titik papasan.
  • Listrik yang berpusat ditengah lokasi dan siap disambung ke setiap kavling
  • Air minum terkonsentrasi yang dialirkan ke setiap kavling.
  • Sertifikat tanah
  • Keterangan bisa dibuat bangunan dengan IMB ( Formulir Pengajuan IMB)
Cara Pembelian :
  1. Mengisi surat pernyataan berminat membeli kavling nomor tertentu dan menyerahkan fotokopi KTP calon pembeli serta menyerahkan pas photo 2 x 3 sebanyak 4 lembar.
  2. Peninjauan ke Lokasi dengan mobil Karyasari, tanggal 14, 15, 17, 21 dan 22 Mei 2011. Disediakan gratis transportasi, makan siang, snack dan pemandu untuk satu orang calon pembeli. Jika pembeli membawa teman maka harus didaftarkan dan dikenakan biaya Rp 50.000, per orang.
  3. Bayar tanda jadi 10 % Rp 6.400.000,- paling lambat tanggal 15 Juni 2011.
  4. Cicilan pertama 30 % Rp 19.200.000,- sesudah batas kavling dan jalan ditetapkan berdasarkan pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sukabumi, paling lambat tanggal 31 Juli 2011. Jika sesudah diukur oleh BPN terjadi perubahan lokasi dan ukuran kavling yang dibooking maka pembeli dapat membatalkan pembelian dan mengambil kembali tanda jadi. Untuk kepentingan ini pembeli diundang untuk meninjau kembali lokasi lahan sebelum memutuskan. Jika sampai dengan 31 Juli 2011 tidak melakukan pembayaran atau pembatalan maka tanda jadi hangus.
  5. Cicilan kedua 30 % Rp 19.200.000,- dilakukan pada saat pusat air minum sudah selesai dibangun dan juga bersamaan dengan penandatangan akte jual beli dengan Dr Ir Junus Kartasoebrata, paling lambat 31 Agustus 2011
  6. Cicilan ketiga 15 % Rp 9.600.000,- sesudah jalan dan pusat listrik terpasang selesai dibangun, paling lambat 30 September 2011
  7. Cicilan ke empat 15 % Rp 9.600.000,- sesudah sertifikat keluar atas nama pembeli. Sertifikat tanah biasanya keluar paling cepat 2 bulan sesudah penandatangan akte jual beli.


BEBERAPA PERTIMBANGAN YANG MENJADI DASAR PILIHAN


  1. Lahan bersertifikat milik Dr Ir Junus Kartasoebarata ( Telp 0251-8663771, hp 087770042157) seluas 12 hektar sudah dikuasai dan dikembangkan oleh Pak Junus selama 40 tahun (sejak 1973, sertifikat tahun 1975). Selama ini terutama dikembangkan sebagai kebun murbei dan tempat pelatihan usaha pemeliharaan ulat sutera. Lahan ini sebelumnya adalah lahan rakyat (tanah hak milik adat) yang dibeli oleh Pak Junus. Dengan demikian asal-usul lahan sangat jelas.
  2. Lahan saat ini dikelola oleh Pak Junus sebagai usaha dengan nama Kebun Wana Tani Sutera sebagai kebun murbei dan juga kebun sayur. Jika pembeli belum dapat menggunakan lahannya maka dapat dikerjasamakan dengan Wana Sutera yang sehari-hari dikelola oleh Kepala Kebun Pak Aan Sutriatna. Lahan sudah menjadi milik pembeli dan bisa dikelola oleh pembeli jika akte jual beli sudah ditandatangani.
  3. Posisi lokasi yang memiliki pemadangan indah berupa pegunungan dengan kebun teh dan berada di belakang kantor kecamatan dekat mini market, pasar kecamatan dan berlahan subur sungguh sangat jarang.
  4. Harga lahan murah dengan pembayaran dicicil sesuai perkembangan penyiapan lahan dan surat-surat serta diurus oleh orang yang dikenal dan dapat dipercaya, memang memberikan kepastian dan ketenteraman.
  5. Rencana pembangunan jalan tol Sukabumi yang sudah berkali-kali dicanangkan, dan rencana pembangunan Bandara Sukabumi yang masih dalam tahap penjajagan, jika sudah direalisasikan akan memudahkan akses kr daerah ini dan pusat herbal Indonesia di lokasi dapat direalisasikan.
Tim Pengembang Kavling Kebun Siap Bangun :
  • Koordinator / Penanggungjawab : W.P. Winarto / Direktur PPTO Karyasari
  • Koordinator Pengkavlingan dan Pembangunan : Drs Fx Suprapto dibantu Kepala Kebun Wanatani Sutera Bpk Aan Sutriyatna
  • Koordinator Penjualan : Drs Fx Suprapto Apt.









KONSULTASIKAN MASALAH KESEHATAN ANDA KE :


 

LAYANAN KAMI


  1. Klinik Herbal
  2. Balai pengobatan Herbal
  3. Konsultasi Pengobatan
  4. Obat-obat Herbal
  5. Kebun Tanaman Obat
  6. Pelatihan Tanaman Obat
  7. Agrowisata Tanaman Obat
  8. ...
Layanan Lain

AGENDA

November 2017
MSSRKJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930